Masyarakat Melayu di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, menggelar pesta tapai dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini sudah berlangsung selama lebih dari seratus tahun.
Pesta tapai digelar di Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Batubara. Di sini ratusan warga sengaja membuka warung dadakan di depan rumah masing-masing yang menjual kuliner tapai beras ketan hitam. Keunikan tapai beras ketan di Batubara ini disajikan dengan kuah santan kelapa.
Di pesta tapai para pengunjung juga dapat menikmati kue karas-karas yang merupakan kue tradisional khas Melayu Batubara. Selain itu ada juga lemang yang baru dipanggang sehingga bisa disantap dalam kondisi hangat bersama selai durian.
Pesta tapai ini digelar setiap tahun tepatnya satu bulan sebelum bulan Ramadhan dan ramai didatangi pengunjung sejak sore hingga malam hari. Konon pesta tapai merupakan tradisi turun-temurun yang sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Dahari Selebar, Muhammad Yusuf, menuturkan dahulunya lokasi pesta tapai ini merupakan tempat berkumpulnya para pendatang yang akan menjual kerbau untuk disembelih menjelang bulan Ramadhan.
Karena banyaknya pendatang warga sekitar kemudian membuka warung musiman yang menjual berbagai kebutuhan makanan untuk para pendatang tersebut, diantaranya tapai beras ketan yang menjadi makanan favorit.
Para pengunjung yang datang ke pesta tapai berasal dari berbagai daerah di sekitar Batubara. Yanti misalnya yang sengaja datang dari Kota Kisaran karena penasaran dengan pesta tapai.
Dengan digelarnya pesta tapai ini dapat melestarikan budaya bangsa dan berdampak pada peningkatkan ekonomi warga sekitar.
Tanggal : 11 Maret 2024
Rep, kam : Abhi
Lokasi : Medan, Sumut.